.

.

Instalasi Server Easy Hotspot di Ubuntu

Posted by swilsarblog Wednesday, August 19, 2009 0 comments



download iso (cd instalasi) lalu lakukan instalasi, caranya seperti biasa.
Setelah instalasi selesai, nanti ethernet yang terlihat adalah eth3 & eth4.lalu edit ethernet card tersebut menjadi eth 0 & eth1.lalu bukalah terminal dan lakukan cara-cara berikut:

root@dutahotspot:~$#sudo su
root@dutahotspot:~$#ifconfig

root@dutahotspot:~$#vim /etc/freeradius/radiusd.conf
cari tanda #noresetcounter & #octetslimits
hilangkan tanda #

root@dutahotspot:~$#vim /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules

ket: VIM=
:w ---- save
:q ---- quit
inser---insert / replace


Edit bari yang bertuliskan eth3 & eth4 menjadi eth0 & eth1

# PCI device 0x10ecL0x8139 (8139too)SUBSYSTEM=="net",DRIVERS=="?*"',
ATTRS(address)=="ff:ff:ff:ff:ff:FF''NAME="eth3"
#PCI device 0x10ec:0x8136(r8169)SUBSYSTEM=="net",DRIVERS=="?*",
ATTRS(address)=="00:1e:ec:a8:04:71",NAME="eth4"

restart komputer agar terlihat efeknya.
setelah ethernet card sudah berubah menjadi eth0 & eth1 , kita set eth0 sebagai koineksi keinternet (terhubung modem)

root@dutahotspot:~$#ifconfig eth0 192.168.12.21 netmask 255.255.255.0
root@dutahotspot:~$#route add default gw 192.168.12.254 (kita gatewaykan ke ip modem)
root@dutahotspot:~$#vim /etc/resolv.conf

kemudian isikan 202.134.0.155 (ip dns yang akan kita gunakan)dan selanjutnya kita anggap komputer server sudah terhubung dengan internet.
eth1 tidak usah kita set ip nya , karena memang digunakan untuk koneksi kebawah ,dan secara default sudah diberikan ip 192.168.182.1 , sedangkan ip untuk client dibawahnya akan diberikan ip pada network 192.168.182.0/24 untuk percobaannya,silahkan tancapkan kabel LAN dari laptop menuju eth1.kemudian set ip laptop sebagai automatically.

pertama jika ingin berhak akses admin maka gunakan user:admin ,
pasword :admin123 . sedangkan untuk setara kasir gunakan user :vcool , pasword : vcool123 .kemudian buatlah user didalamnya.

ganti pasword mysql-nya.karena secara default , pasword dari mysqlnya adalah easyhotspot. jadi harus diganti ,agar pihak luar tidak bisa melihat data base kita.
matikan mysql

root@dutahotspot:~$#/etc/init.d/mysql stop

masuk kemysql melalui safe mode ,caranya;

root@dutahotspot:~$#mysqld_safe --skip-grant-table

buka terminal baru , lalu ketikan

root@dutahotspot:~$#mysql -u root
mysql>use mysql

mysqlUPDATE user SET Password=Pasword('Lantip') WHERE
user='easyhotspot'

mysql>exit;

langkah berikutnya ,restart service mysqlnya

root@dutahotspot:~$#/etc/init.d/mysql restart

langkah berikutnya adalah ,ganti password untuk file dari web-nya agar bisa mengakses mysql dengan password baru tadi.

root@dutahotspot:~$#vim /var/www/system/application/config/database.php

kemudian cari baris yang bertuliskan $db['default']['password']="easyhotspot"

ganti dengan 'Lantip'.kalau sudah langsung saja disave.
untuk password database mysql di /etc/freeradius/sql.conf juga harus diganti agar bisa login dan terhubung dengan client.

membolehkan web portal agar bisa bibuka lewat komputer lain yang dimaksud adalah web yang digunakan untuk manajemen user .jadi untuk menejemen user bisa dilakukan tidak hanya dikomputer server, tetapi juga bisa dibuka dikomputer client. caranya sbb:

root@dutahotspot:~$#vim /var/www/system/application/config/config.php

cari baris yang bertuliskan
$config['base_url']="http"//localhost/"

ganti localhost dengan ip dari komputer server kamu,misal 192.168.182.1

What is it ?

EasyHotspot is an alternative solution for hotspot billing system. Its contain some particular Justify Fullopen source software that bundled into a single package. We DO NOT try to make a replacement to similar existing open source projects. Our aim is delivering a system that simple, easy to install, use and modify.

License

EasyHotspot will be released under GPL, so that you can use it freedom.

What's the different ?

For most case EasyHotspot comes with ready to use configuration. You need less configuration to build an up and running hotspot. It will saves your time and energy.

EasyHotspot developed on the top of Xubuntu distribution, an Ubuntu variation that maintaned by Canonical. Its a good point since Xubuntu comes with regular updates, so you dont have to worries about software update.

The hotspot manager frontend that could manage your hotspot is built from Codeigniter framework. Codeigniter is an blazing fast PHP framework which easy to understand and its very handy to make a web bassed application. We hope everyone can easely understand and make an improvement to the code.

Who's gonna need it ?

Anyone who want to build an hotspot or someone who willing to learn how hotspot works. . For example : Cafe, Hotel, Public place, And ... i dont know u named it .. :D

How to get involved ?

Ok, this is my favorite part ... its easy to get involved and help this project. You can report the bugs, make an improvement/variation, request new features, criticts, filled up our wish list, spread the word. Everything positive are welcome :) ..

Features

This features is the basic feature, we need your idea to improve this features.

  • User management (CRUD operation).
  • Random voucher generated account (create/delete).
  • Billing plan : variable time bassed account.
  • Statistic : who's online, daily usage.
  • Configuration : change admin password, allowed site, secret key.

Nutrition Facts

EasyHotspot is built from several great software, and here they are:

  • Operating System, Xubuntu will take this place :)
  • RADIUS, this app will help us to perform AAA process. And we gonna use FreeRADIUS for it.
  • Captive Portal, it used for authenticating users. Chillispot is one of the best choice :)
  • Database / MySQL, it used for storing the users and logs information.
  • Management frontend, it used for helping the hotspot's administrator to administer their hotspot/system. EasyHotspot management frontend used PHP and CodeIgniter.

Screenshoot

Berkenalan dengan IP versi 6

Posted by swilsarblog Tuesday, August 18, 2009 0 comments



REPRESENTASI IPv6

Dalam merepresentasikan IPv6 kita dituntut harus mengetahui sintaks atau cara penulisan (dalam pengertian saya) dalam merepresentasikan IPv4. Pada IPv4 address-address direpresentasikan dalam format “dotted-decimal”. Ukuran sebuah address adalah 32-bit, yang dibagi kedalam empat bagian (bilangan octet) dan masing-masing octet berukuran 8 bit (8x4=32bit) dipisahkan oleh tanda titik (“.”). Contoh representasi IPv4 ini adalah sebagai berikut:

Anggap, kita mempunyai IPv4 Address = 192.168.70.115

Maka IPv4 address tersebut kita representasikan dari bilangan decimal ke dalam bilangan biner

Representasi decimal : 192 . 168 . 70 . 115

Representasi biner : 11000000. 10101000. 01000110. 01111101

Untuk merepresentasikan IPv6 juga digunakan system binary 8-bit sebagaimana dalam IPv4 yang nantinya akan menghasilkan IP address IPv6 yang panjangnya 4 kali dari IPv4 yaitu 4x32=128 bit. Dalam IPv6 address yang sebesar 128 bit ini dibagi ke dalam 8 blok 16-bit. Masing-masing blok dikonversi ke 4-digit nomor heksadesimal dan dipisahkan oleh tanda titik dua (“:”). Hasil representasi ini dinamakan “colon-hexadecimal”.

XXXX:XXXX:XXXX:XXXX:XXXX:XXXX:XXXX:XXXX

blok-blok 16-bit Address IPv6

Perbedaan yang paling terlihat pada penulisan IPv4 adalah pada IPv6 penulisannya tidak hanya terdiri atas angka-angka numeral (0-9), tetapi juga menerima beberapa huruf alphabet (a-f). Hal ini dikarenakan pada prakteknya IPv6 ditulis dalam representasi heksadesimal bukan decimal. Selain itu juga, dalam penulisannya tidak bersifat “case-sensitif”; yang berarti huruf capital diinterpretasikan sama dengan huruf kecil.

1638.65535.256.61697.528.42239.65251.38246

Representasi decimal address IPv6

3ffe:ffff:0100:f101:0210:a4ff:fee3:9566

Representasi heksadesimal address IPv6

0011111111111110:1111111111111111:0000000100000000:1111000100000001
:0000001100010000:1010010011111111:1111111011100011:1001010101100110

Representasi binary address IPv6

Penjelasan representasi di atas:

Decimal Binary Hexadecimal

16382 0011 1111 1111 1110 3FFE

65535 1111 1111 1111 1111 FFFF

256 0000 0001 0000 0000 256

61697 1111 0001 0000 0001 F101

528 0000 0011 0001 0000 0210

42239 1010 0100 1111 1111 A4FF

65251 1111 1110 1110 0011 FEE3

38246 1001 0101 0110 0110 9566


[Catatan: nilai decimal dirubah semua menjadi bilangan biner terlebih dahulu baru kemudian baru dibagi kedalam 8-blok di mana tiap 8-blok tersebut mengandung 16-bit bilangan biner].

Apabila kita melihat format addres IPv6 dan mengamati sesaat itu pasti terlihat sangat panjang oleh karena itu terdapat beberapa alternative untuk menyedeerhanakannya. Salah satu cara penyederhanaan dalam format penulisan IPv6 adalah dengan mengkompresi nilai-nilai nol, nilai-nilai nol ini dapat disederhanakan dengan menghilangkan nilai-nilai nol yang terletak di depan. Contoh:

IPv6 address -> 3FFE : FFFF : 0100 : F101 : 0210 : A4FF : FEE3 : 9556

Menjadi

IPv6 address -> 3FFE : FFFF : 100 : F101 : 210 : A4FF : FEE3 : 9556

Cara yang lain adalah pada blok-blok berangkaian dan bersebelahan yang memiliki nilai nol (“0”) dapat dikompresi ke “::”, yang dikenal dengan double-colon. Contoh:

IPv6 address -> FF02:0:0:0:0:0:0:2

Menjadi

IPv6 address -> FF02::2 (Lebih sederhana bukan J ) tetapi harus hati-hati dan teliti terhadap penulisannya, contoh:

IPv6 address -> FF02:30:0:0:0:0:0:1

Menjadi -> FF02:3::1 (SALAH) yang benar FF02:30::1 (BENAR)

Untuk mengira-ngira dan perkiraan kita adalah benar terhadap berapa banyak bit-bit 0 yang direpresentasikan oleh double-colon (“::”), kita cukup menghitung jumlah blok yang terdapat dalam address terkompresi tersebut, dengan cara 8 dikurangkan dengan jumlah blok terkompresi tersebut, kemudian hasilnya dikalikan dengan 16. Contoh:

Dalam address FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2, terdapat 5-blok (blok FE08, 2AA, FF, FE9A,4CA2). Maka jumlah bit yang direpresentasikan dengan double-colon adalah:

(8-5) x 16 = 48-bit bernilai 0

NETMASK IPv6

Netmask dalam IPv6 mirip dengan netmask IPv4, kecuali bahwa IPv6 formalnya direfresentasikan dalam notasi CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang merupkan notasi yang popular dalam implementasi router.

Dalam mempelajari netmask IPv6 kita sebaiknya mengetahui terlebih dahulu netmask IPv4. Oleh karena itu, sebelum masuk ke netmask IPv6 saya akan membahas lagi tentang netmask IPv4. Netmask atau biasa disebut subnet mask dalam IPv4, dalam skema addressing tidak lain adalah angka-angka 32-bit yang berguna membuat grup-grup logical atau subset sistem-sistem dalam keluarga network. Kegunaan utamanya berperan sekali dalam menentukan subnetting yang berguna untuk memecah sebuah network menjadi beberapa network-network yang disebut subnet. Contoh:

Subnet mask standar untuk network kelas B adalah 255.255.0.0

Seperti yang telah kita ketahui bahwa sebuah Subnet mask terdiri dari “Network” dan “Host” dari contoh diatas Network direpresentasikan dengan nilai “255” dan Host dengan nilai “0”.

Nilai default untuk ketiga Subnet mask standard network yaitu:

Kelas Format Subnet mask default

A NET.HOST.HOST.HOST 255.0.0.0

B NET.NET.HOST.HOST 255.255.0.0

C NET.NET.NET.HOST 255.255.255.0

Notasi CIDR dapat diekspresikan dengan sebuah network id diikuti representasi decimal jumlah bit yang terdapat dalam porsi NETWORK. Contoh:

Decimal IP : 192.168.1.115

Decimal Mask : 255.255.255.0

Net ID : 192.168.1.0

CIDR Format : 192.168.1.0/24

[Catatan: CIDR berguna terutama saat kita perlu memasukan rute-rute dari network-network yang bertalian].

Setelah mengulas sedikit subnet mask IPv4 dan CIDR, sekarang kita akan melanjutkannya dengan subnet mask IPv6. Dalam IPv6 istilah subnet mask tidak digunakan melainkan “prefix-length”. Sebuah IPv6 prefix ditulis mengikuti formula CIDR

IPv6 address/prefix-length

Di bawah ini terdapat contoh IPv6, netmask/prefix-length, dan notasi CIDRnya (CIDR bervariasi: 64-bit,48-bit, dll).

IP : 3FFE : FFFF: 0100 : F101 : 0210 : A4FF : FEE3 : 9566

Mask : FFFF : FFFF : FFFF : FFFF : 0000 : 0000 : 0000 : 0000

Network : 3FFE : FFFF : 1011 : 0000 : 0000 : 0000 : 0000 : 0000

CIDR : 3FFE : FFFF : 1011 : F101 ::/64

64 bit dicadangkan untuk porsi NETWORK, dan 64 bit dicadangkan untuk porsi HOST. Mask 64 bit direpresentasikan dengan “/64”.

Gabungkan SMS Gateway dengan PHP

Posted by swilsarblog Sunday, August 16, 2009 0 comments

Pada artikel ini kita akan belajar bersama yang melalui wireless connection, berarti sms akan dikirim dari kartu gsm yang kita posisikan sebagai modem gsm. Dan maaf yang ip sms connection penulis belon nyoba..... :D
Berikut skema sistem yang akan penulis bahas:

skema sms gateway melalui wireless connection

Berikut alat dan bahan yang harus kita sediakan (lihat skema di bagian your sistem):

  1. 1 buah komputer; kita pakai OS Windows XP
    penulis menggunakan Win XP di laptop Byon Centrino Duo, RAM 2G.
  2. 1 buah gsm modem atau handphone yang bisa difungsikan sebagai gsm modem
    penulis menggunakan Sony Ericsson K750i dengan nomor IM3
  3. Kabel atau bluetooth untuk koneksi HP dengan komputer; penulis menggunakan kabel bawaan dari SE K750i
  4. Driver atau PC suite handphone; penulis menggunakan PC suite yang sudah tersedia di paket penjualan SE K750i
  5. 1 buah handphone untuk mengirim sms; penulis memakai Motorolla W150i dengan nomor Fren
  6. 1 buah software sebagai gateway; kita pakai nowsms
  7. apache, MySQL dan PHP; penulis memakai appserv 2.5.7

Langkah pertama yaitu menginstall appserv di komputer kita.

  1. test di browser dengan mengetik http://localhost apakah sudah tampil?? Kalau sudah tampil berarti Webserver sudah bisa.
  2. selanjutnya tes lagi ketik http://localhost/phpmyadmin. Kalau sudah jalan berarti PHP dan MySQLnya sudah berfungsi dengan baik
Langkah ke dua adalah menghubungkan HP dengan komputer. Jangan lupa menginstall juga driver atau PC Suite HP tersebut. Pastikan HP dan komputer sudah terhubung dengan baik.

connect ok

Langkah ke tiga yaitu menginstall NowSMS. File installer Now SMS/MMS gateway ini cuman 7,42MB dan bisa diunduh dengan mudah di http://www.nowsms.com. Software ini berbayar tetapi kita bisa mencoba gratis dan full fungsional selama 60 hari. (Mmmm jamunya banyak tuh di internet... kalo pengen make terus xixixixi......)

Setelah kita install kita akan disuguhi interface seperti ini:
now sms mms gateway

Langkah ke empat tambahkan modem gsm / HP kita ke situ.

  1. klik Add
  2. Pilih GSM Phone or Modem kemudian klik OK
    now sms 2
  3. Pilih modem kita dan isikan pin, di sini pin default SE adalah 1234. Dikosongi juga bisa. Klik Test and add modem. Kalau berhasil muncul tulisan modem successfully tested!!
    now sms mms gateway

Langkah ke lima adalah menyeting SMSC connection:

  1. Klik SMSC di menu atas
  2. Pilih SMSC connection kamu, dalah kasus ini yang baru ditambahkan adalah Sony Ericsson 750 USB WMC Modem.
    Kalo ingin menambahkan devices lain ya tinggal ikuti langkah ke empat
  3. Klik properties dan isikan nomer telepon di modem / HP SE K750i (dalam kasus ini yang nomer IM3)
  4. check receive SMS Messages
    setting SMSC di nowsms
  5. Klik OK

Langkah ke enam adalah menjalankan SMS gateway service:

  1. Klik Service di menu atas program now sms.
  2. Kemudian check sms gateway run as a service.
  3. Anda akan dimintai persetujuan dan nowsms akan restart dirinya secara otomatis untuk berjalan sebagai service.
    berikut gambar now sms yang sudah berfungsi sebagai service:
    now sms mms as a service

Langkah ke tujuh adalah mencoba mengirim sms melalu web interface now sms:

  1. Secara default now sms berjalan di localhost atau dengan ip address 127.0.0.1 dengan port 8800
  2. Kita buka browser dan ketikkan alamat berikut: http://localhost:8800
  3. akan muncul interface seperti ini:
    now sms web interface
  4. Isikan phone number dan Text kemudian klik submit
  5. Maka sms Anda akan terkirim ke nomer penerima

Apakah sudah puas dengan ini aja??? kalo belum mari kita hubungkan now sms dengan PHP dan MySQL. (Tapi maaf penulis mo bikin teh rosella dulu. haus...)

Menghubungkan now sms/ mms gateway dengan PHP dan MySQL
Skenarionya nanti sms akan dikirim dengan HP W150i yang berfungsi sebagi pengirim sms. Kemudian diterima HP K750i (gsm modem) yang diteruskan ke kompie diterima sms gateway yakni now sms kemudian diteruskan ke script php. Script PHP kemudian meneruskan menyimpan ke database MySQL.

langkah pertama yaitu membuat database mysql dengan nama nowsms

  1. ketik http://localhost/phpmyadmin di browser untuk membuka phpmyadmin
  2. ketik nama database, di sini kita paka nama nowsms
    membuat database di phpmyadmin

  3. kemudian masukkan kode sql ini untuk membuat tabel dengan nama inbox yang terdiri dari 2 column yaitu id dan isi

    1. CREATE TABLE `inbox` (
    2. `id` int(5) NOT NULL auto_increment,
    3. `isi` text NOT NULL,
    4. PRIMARY KEY (`id`)
    5. ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=utf8 AUTO_INCREMENT=4 ;

  4. berikut struktur datanya.... (maaf sederhana bgt untuk mempermudah pemahaman... )
    struktur data untuk dihubungkan dengan now sms

Langkah ke dua adalah membuat script PHP yang bertugas memasukkan sms ke database MySQL

  1. buka windows explorer untuk membuat direktori baru dengan nama nowsms
  2. kalo di komputer penulis urlnya adalah C:AppServwwwnowsms
    url script php now sms
  3. kemudian buat file dengan nama index.php yang isinya sebagai berikut:

    1. // setting databasenya
    2. $db_host = "localhost";
    3. $db_user = "root";
    4. $db_pass = "sipit";
    5. $db_name = "nowsms";

    6. // menghubungkan dengan database
    7. $link = mysql_pconnect ($db_host, $db_user, $db_pass) or die ("Ga bisa connect");
    8. mysql_select_db ($db_name) or die ("Ga bisa select database");

    9. // trim inputan. ini dihilangkan juga tidak masalah
    10. $isi = trim($isi);

    11. //memasukkan ke table inbox
    12. $sql = "INSERT INTO inbox
    13. SET id='',
    14. isi='$isi'";
    15. $query = mysql_query($sql) ;
    16. ?>

  4. Selesai (jangan lupa extensinya adalah *.php jadi kalau lewat notepad pilih save as typenya sebagai all file, kemudian beri nama index.php)

langkah ke tiga adalah mengatur setting di now sms

  1. Pilih 2-Way di menu atasnya
  2. Check process received sms message
  3. Isi SMS command prefix dengan tanda bintang atau * atau asterix (*_*;)
    maksudnya semua sms akan diproses. apabila ingin command prefix tertentu silahkan diisi misalnya AFI (sehingga nantinya akan memproses SMS yang berawalan dengan AFI saja)
  4. isi Receive Phone Number(s) sesuai yang Anda isikan di SMSC connection tadi. (nomer IM3 yang di GSM Modem/ K750i)
  5. Command execute isi dengan: http://localhost/nowsms/index.php?isi=@@FULLSMS@@
  6. klik ADD
  7. Klik APPLY
  8. Jadi deh

Nanti apabila ada sms masuk ke HP / modem gprs kita maka otomatis akan terekam di database kita.

Masih belum puas dengan hasil yang ini??? Iya, emang masih segini doang. Nantinya ini bisa dibikin auto respond sms. Bisa dihubungkan dengan YM ataupun iRC.


Tahukah anda bahwa melalui layanan Google Apps kita dapat membuat banyak email dengan nama belakang domain resmi yang kita miliki misalnya namaanda@domainanda.com, namun tetap dengan menggunakan hosting yang diberikan secara gratis oleh Google tanpa perlu membebani hosting berbayar yang kita miliki.

Menarik bukan?, terutama bagi para pemilik website yang ingin memberikan layanan email gratis kepada para pengunjungnya untuk meningkatkan citra keprofesionalan dari nama domain website yang mereka miliki.

Silahkan Ebooknya anda Download

Semoga Bermanfaat.


SMS Gateway dengan VB

Posted by swilsarblog 0 comments



Saat ini fungsi sms tidak sekedar untuk berkirim pesan kepada kerabat saja, tapi sudah beralih ke fungsi yang lain misalnya quiz sms, polling sms, layanan Info On Demand, dan sebagainya.
Semua aplikasi tersebut membutuhkan suatu aplikasi yang disebut sms gateway.
Aplikasi SMS gateway bisa diterapkan pada Café, Toko, Rumah sakit, Sekolah, maupun instansi pemerintah.

Contoh aplikasi Info On Demand untuk Sekolah misalnya:
•Info nilai ujian siswa.
cara kerja : client mengirim no.induk siswa diikuti mata pelajaran ke nomor server lalu server akan mengirim nilai ujian secara otomatis
•Info jadwal ujian, pendaftaran siswa baru dsb.

Sebenarnya untuk membuat SMS gateway tidak terlalu sulit. Bahkan bagi yang awam coding sekalipun. Cukup sedikit pengetahuan tentang Visual Basic dan MsAccess, anda bisa membuat apikasi SMS Gateway sendiri.
Yang diperlukan untuk membuat aplikasi SMS Gateway:

Hardware
• Computer
• GSM Modem atau HP Nokia series sebagai sms gateway
• Kabel Data USB /serial

Software
•Visual Basic
•FBus Activex sebagai komponen Visual Basic
•MsAccess sebagai database

Dengan SMS Activex, kita sudah bisa menerima sms, membaca inbox, maupun mengirim sms melalui PC.

Lalu gimana caranya agar kita bisa membuat sms gateway yang bisa memberikan layanan Info On demand?
Berikut langkah-langkahnya
1. Koneksikan database MsAccess dengan Visual Basic
2. Isi database MsAccess dengan database Buku Telepon
3. Memodifikasi script dari smsactivex. Sehingga setiap ada pesan masuk, program akan membalas secara otomatis.

Jika Anda Membutuhkan Source Codenya plus Componentnya. Silahkan anda Download

Selamat Bermanfaat.

Membuat SMS Gateway

Posted by swilsarblog 0 comments


Untuk aplikasi SMS/MMS ada beberapa komponen penting yang diperlukan, yaitu:

- PC

- SMS/MMS Engine

- Koneksi ke Telecommunication Provider

- Software Aplikasi

Untuk Engine, bisa dipergunakan yang komersial ataupun bisa yg opensource seperti http://www.kannel.org yang komersial itu kebanyakan di buat untuk dijalankan pada operating system windows/UNIX.

Mengenai software aplikasi itu bermacam-macam model dan jenisnya. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa dibantu dengan googling di http://www.google.com dengan keywords SMS application atau MMS application.

Kalau untuk script PHP yang bisa mendukung SMS/MMS bisa di cari di http://www.hotscripts.com (Wiko Budianto)

..nah kalo mau mencobanya yg sederhana di komputer sendiri juga bisa.

Untuk membuat aplikasi SMS dikomputer kita,dibutuhkan peralatan sbb:
1. Sebuah Komputer
2 SMS Gateway (Card Moduler) bisa diganti dengan ponsel sebagai alternatif gateway.
3. Kabel data, untuk menghubungkan komputer dan sms gateway

Sistimkerja SMS
Dibalik tampilan menu messages pada ponsel sebenarnya adalah AT Command yg bertugas mengirim/menerima data ke/dari SMS-center.

AT Command mirip perintah > pada dos. Untuk mengetes AT Command kita bisa menggunakan windows HyperTerminal yang biasanya terdapat pada windows installer. Dengannya kita bisa membuka koneksi melalui port dengan SMS gateway.

AT Command untuk SMS biasanya diikuti oleh data I/O yg diwakili oleh unit-unit PDU.
Data yang mengalir ke/dari SMS-Center harus berbentuk PDU (Protocol Data Unit). PDU berisi bilangan-bilangan heksadesimal yang mencerminkan bahasa I/O. PDU terdiri dari beberapa header.
Misalnya untuk mengirim SMS ada 8 header yang didalamnya terdapat lagi subheader-subheader. Yakni:
1. No SMS-Center
2. Type SMS (misalnya send atau recieve)
3. No Referensi SMS
4. No ponsel penerima
5. Bentuk SMS (sebagai sms atau fax?)
6. Skema encoding data I/O
7. Jangka waktu (expired)
8. Isi SMS

Nah kedelapan header (berikut subheadernya) tersebut kita gabungkan menjadi sebuah PDU yang lengkap.

Untuk memudahkan membaca bahasa PDU kita bisa menggunakan software untuk meng encode dan men decode PDU dari dan menjadi text biasa. Salah satunya adalah PDUSpy.

Untuk meng atomatisasikan proses diatas kita bisa membuat aplikasinya dengan Visual Basic misalnya yang kemudian bisa dikembangkan lagi untuk aplikasi web.

Saat ini sudah ada beberapa buku yang membahas aplikasi SMS ini yang sudah delingkapi dengan contoh-contoh aplikasinya, misalnya karangan Ir Bustam Khang cetakan elexmedia dengan judul “Trik pemograman Aplikasi berbasis SMS disana terdapat contoh aplikasi menggunakan VB dan ASP ntuk web

The Dude : Networking Mapping and Monitoring

Posted by swilsarblog Saturday, August 15, 2009 0 comments

Networks can sometimes be like closets; they start out completely organized, but then over time as items are added and stuff gets moved around, pretty soon you end up with a bit of a mess, with items that may or may not be working – or needed. This is why network management applications can be so useful — they help you inventory and track all the devices on your network while watching out for network problems that may occur.

The Dude Network Monitor
The Dude is serviceable for a freeware network management tool but, it does have drawbacks.
(Click for larger image)
.

This kind of software typically costs several hundred dollars or more, but Latvian networking hardware and software maker MikroTik's The Dude is considerably less expensive than that. In fact, it's free, and while the oddly-named utility ("Dude, Where's My Network?") doesn't have even close to the same level of polish as network monitoring tools you have to pay for, it can do a decent job, provided you're willing to spend time figuring out its idiosyncratic interface and experimenting with its features.

The Dude runs on Windows (Vista, XP, or 2000), MacOS X, or Linux using a client/server design, which means the server component runs in the background on a PC while you interact with the server using a separate client utility. Since The Dude supports both local and remote connections, you can run the client on the same system as the server or any other system on the network. The Secure connections are also possible when connecting remotely.

Network Mapping. Monitoring, and Notification
When you fire up The Dude network monitor for the first time, it automatically detects any existing subnets and begins scanning them. Detected devices are then probed to determine which of more than a dozen IP-based services they support (like NetBIOS, HTTP, FTP, etc.), but you can add your own probes for any services that aren't already pre-configured.

After The Dude completes its discovery process, the results are plotted as icons on a map grid. Mousing over a device's icon brings up a pop-up dialog which provides a lot of useful information at a glance, including which of its services are up, down, or unstable, as well as a graph that displays the device's network activity for the past hour.

The Dude's network maps are highly adjustable, and you easily can change their layouts and the orientation of devices. If you have a mouse with a wheel you can use it to zoom in or out of the map, and for crowded networks an adjacent birds-eye view lets you navigate large maps by quickly navigating to a particular section.

Right-clicking a device on the map brings up a tools menu that allows you to make contact with the device in a number of ways, ranging from ping to FTP or telnet connections. For devices that run RouterOS (MikroTik's proprietary network operating system), you can also do things like check bandwidth to a device or monitor its traffic in real-time.

When a monitored device goes offline, its network map icon turns red. The Dude can issue notifications when this occurs, but it doesn't do so by default (other than to post entries to an event log). Other supported notification methods include sending e-mails, playing sounds or presenting pop-up warnings (no pager or SMS support). The notification option must be individually enabled and configured on a per-device basis; it would have been nice to have an automatic default alert if any network device went incommunicado, but we couldn't find a way to configure that.

The Dude – Network Configuration
The Dude offers the ability to customize countless configuration options.
(Click for larger image)
.


Interface and Customization
The Dude network monitor offers the ability to customize countless configuration options, but unfortunately its user interface is not particularly attractive or intuitive, and some people will find it downright confusing at times. Like many applications, The Dude uses a two-pane interface that lets you select a configuration item from a list on the left and view it on the right.

While this seems logical enough, the arrangement doesn't work very well in practice. For example, each time you select a configuration item it generates a new right-hand window that tiles vertically with those that are already open. This quickly leads to a very busy layout until you manually re-orient all of the windows so that they're all properly visible.

Making the task a bit easier is the fact that each configuration window has a series of buttons that will split it vertically or horizontally, allowing you to open additional windows in the free space created. Also on the plus side is the fact that The Dude's window layout is stored on the server rather than the client, so once you get everything set up the way you like it you can view it the same way from multiple clients.

The Dude offers ways to customize its behavior as well as appearance, including the ability to control how often network polling is preformed, how long to wait before timing out a device, and which services are polled on which devices. Interface issues rear their head here too, though. The configuration dialogs lack scroll bars, and as you select categories via an expandable hierarchy, the dialog box simply grows until it's the full height of your display, leaving certain configuration options unavailable off-screen unless you reclaim space by closing others.

If you'd prefer to administer The Dude via a browser, you can use its Web-based interface, but it doesn't duplicate all of the configuration options available in the Windows client. (The browser-based client does allow the use of SSL for secure remote connections.)

It's not unusual for free software to offer limited documentation, and The Dude is no exception. Documentation consists only of a fairly short online wiki (which can also be downloaded as a PDF file) that provides a very basic top-level look at the software and doesn't cover how to use many program features in any real depth. The Dude's docs are also somewhat out of date since they haven't been revised since version 1.0 of the software (we looked at v2.2 and beta releases of v3.0).

Although The Dude delivers many of the same capabilities that you'd find in pricey network monitoring tools, it could definitely use a better interface and more comprehensive and current documentation. Of course, it's really hard to argue with the price, and as long as ease-of-use isn't your main priority and you don't mind tinkering, The Dude is a decent network utility that should be worth the download.

Pros: Free, lots of customizable options, useful network mapping features
Cons: Rather unintuitive user interface, device alerts not turned on by default, minimal and out of date documentation

Adapted from winplanet.com.

Some of it’s features:

  • The Dude is free of charge!
  • Auto network discovery and layout
  • Discovers any type or brand of device
  • Device, Link monitoring, and notifications
  • Includes SVG icons for devices, and supports custom icons and backgrounds
  • Easy installation and usage
  • Allows you to draw your own maps and add custom devices
  • Supports SNMP, ICMP, DNS and TCP monitoring for devices that support it
  • Individual Link usage monitoring and graphs
  • Direct access to remote control tools for device management
  • Supports remote Dude server and local client
  • Runs in Linux Wine environment, MacOS Darwine, and Windows
  • Best price/value ratio compared to other products (free of charge)


you can download : click this link

Banyak artikel yang berkisar membahas tentang hacking wireless router Linksys WRT54GS. Tetapi, saya hanya berbagi kepada anda, bagaimana tahap-tahap meng-hacking wireless router Linksys WRT54GS (Versi 7). Karena banyak keuntungan, bila anda memiliki keberanian untuk meng-upgrade-nya.

Keuntungannya:

  • Dapat digunakan untuk menangkap paket data (wardriving method). Bila anda set router ke mode client, banyak software yang mendukung mode ini (misalnya Comview for LAN, wireshark).
  • Jumlah klien hingga 128 (AP mode).
  • Power hingga 250 mW.
  • Fitur-fitur unik (Hotspot portal, Virtual LAN, wireless client, txpower yang dapat disesuaikan, adjust date rate, frekuensi CPU yang dapat disesuaikan, dan banyak lagi).

Gambar 1. Tampilan DD-WRT pada WRT54GS

Perhatian! Baca tulisan berikut ini, sebelum anda meng-upgrade Linksys WRT54GS, temukan versi (seri) router anda (lihat contoh).

Gambar 2. Alamat Fisik MAC addres WRT54GS

Tahap-tahapnya:

  1. Download dd-wrt.v24_micro_wrt54gv8.bin (My CPU Broadcom BCM5354 chip rev 2 for WRT54GS V.7).
  2. Download vxworkskillerGSv7-v3.bin. (atau kunjungi http://www.dd-wrt.com/dd-wrtv3/dd-wrt/downloads.html)
  3. Download befsx41_tFtp.exe (untuk membangun kembali sistem anda).
  4. Unplug router anda.
  5. Tekan tombol reset ketika menyalakan router anda lagi.
  6. Buka browser anda dan ketik 192.168.1.1 (default IP Router).
  7. Klik tombol browse & cari tempat file vxworkskillerGSv7-v3.bin tersebut, lalu klik [upgrade].

Gambar 3. Manajemen Mode Upgrade Firmware pada Tab Administration

9. Buka file befsx41_tFtp.exe.


Gambar 4. Aplikasi TFTP tool

10. Masukkan 192.168.1.1 sebagai server address (biarkan password kosong) pada isian aplikasi TFTP tool.

11. Arahkan [Browse] anda ke file dd-wrt.v24_micro_generic.bin tersebut.

12. Klik [upgrade]. Mohon tunggu….

13. Setelah sukses di-upgrade, maka default login menjadi (username:root)(password:admin).

Yeah…Saya telah memiliki “smart router”.

Gambar 5. Layar Tampilan DD-WRT pada WRT54GS dengan berbagai mode Wireless



Install Server DHCP di Ubuntu

sudo apt-get install dhcp3-server

Peritah tersebut akan menginstall server DHCP di ubuntu, tidak repot kan.

Konfigurasi Server DHCP

Jika komputer ubuntu anda mempunyai 2 network card, anda pilih salah satu Network card yang digunakan untuk menerima permintaan Ip dari client, atau dalam satu LAN. kemudian anda buka file

sudo vi /etc/default/dhcp3-server

cari

INTERFACES=”"

ganti dengan

INTERFACES=”eth0″

simpan dan keluar

Metode Address Pool

langkah selanjutnya buka file

sudo vi /etc/dhcp3/dhcpd.conf

ganti konfigurasi seperti dibawah

subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.0.100 192.168.0.200;
option domain-name-servers 202.188.0.133, 202.188.1.5;
option domain-name "warnet.my";
option routers 192.168.0.1;
option broadcast-address 192.168.0.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

simpan kemudian keluar.

Konfigurasi diatas berarti Server DHCP menyiapkan IP address antara 192.168.0.100-192.168.0.200, Gateway 192.168.0.1, DNS 202.188.0.133 dan 202.188.0.5

Metode MAC Address

Metode ini memberikan IP statik ke client berdasarkan MAC Addres dari network card client.

Buka file dhcp.conf

default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.1.255;
option routers 192.168.1.254;
option domain-name-servers 192.168.1.1, 192.168.1.2;
option domain-name “yourdomainname.com”;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.10 192.168.1.200;
}
host client1{
hardware ethernet 00:1b:63:ef:db:54;
fixed-address 192.168.1.20;
}
host client2{
hardware ethernet 00:0a:95:b4:d4:b0;
fixed-address 192.168.1.21;
}
host client3{
hardware ethernet 00:16:cb:aa:2a:cd;
fixed-address 192.168.1.22;
}
host client4{
hardware ethernet 00:0a:95:f5:8f:b3;
fixed-address 192.168.1.23;
}

Setelah selesai restart service DHCP.

sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart

sudah selesai deh instalasi server DHCPnya.

Konfigurasi Klient DHCP

buka file intervace

sudo vi /etc/network/interfaces

Edit dan sesuaikan dengan ini

auto lo eth0
iface eth0 inet dhcp
iface lo inet loopback
sdsd

Simpan kemudian keluar.

Kemudian restart networkingnya

sudo /etc/init.d/networking restart

Bagaimana mencari IP Addres DHCP Server

anda harus menjalankan beberapa perintah

sudo dhclient

or

tail -n 15 /var/lib/dhcp3/dhclient.*.leases



Pengertian DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Pada saat DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.

Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

Cara Kerja DHCP

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

* DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.

* DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:

1. DHCPDISCOVER : DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
2. DHCPOFFER : Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
3. DHCPREQUEST : Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
4. DHCPACK : DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options
DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.

reference http://id.wikipedia.org/wiki/Dynamic_Host_Configuration_Protocol