.

.

Masalah & Solusi Printer Cannon dan Epson

Posted by swilsarblog Saturday, August 8, 2009 0 comments



Tak bisa dipungkiri, Printer merk Canon masih merupakan printer favorite dan banyak dipakai dimana-mana. Selain harganya yang relatif murah (untuk entry level), hasil print lumayan bagus juga isi ulang yang tidak ribet. Nah, kalau anda pemakai setia printer Canon, dan mengalami beberapa masalah dengan printer anda yang satu ini. Simak aja beberapa penyakit umum yang sering melanda Printer Canon berikut ini.

1. Blinking, Indikator Kedap-kedip ketika Printer dinyalakan

Biasanya penyakit ini melanda Canon iP1200, iP1300, iP1600, iP1700, i255,

Solusi Ringan, maksudnya solusi ini harus anda lakukan setiap kali anda menyalakan printer, sebab langkah ini hanya bersifat sementara. Ketika printer anda terputus dari arus listrik, maka blinking akan kembali muncul. Tapi, nggak ada salahnya ada lakukan langkah ini, bila anda belum familiar dengan cara-cara mereset printer menggunakan software.

  • Lepaskan kabel power dari printer anda.
  • Tekan terus tombol Power, sambil anda memasang kembali kabel power.
  • Indikator power akan kelihatan menyala berwarna kuning.
  • Lepaskan tombol power, ketika anda selesai memasang kabel power.
  • Kemudian tekan lagi tombol power, untuk menyalakan printer anda.
  • Dipastikan printer anda tidak blinking lagi. Namun ketika printer anda terputus dari arus listrik, maka blinking ini akan muncul, dan anda tinggal ulangi langkah diatas.

Solusi Software, anda bisa mengatasi penyakit blinking ini dengan menggunakan software GeneralTool khusus untuk iP 1300 dan iP 1700. Dengan menggunakan software ini, blinking biasanya dapat teratasi secara permanen, artinya anda tidak perlu mengulang-ulang seperti pada solusi ringan diatas.

2. Blinking, kedap-kedip ketika habis tinta, atau ketika selesai isi tinta

Biasanya penyakit ini melanda printer Canon iP 1880, dan terjadi ketika tinta habis atau ketika anda selesai mengisi tinta. Atau malah tinta belum habis, tapi blinking ini kerapkali melanda iP 1880. Salah satu Solusinya :

  • Tekan dan tahan tombol “Resume” selama kurang lebih 1 sampai 2 menit
  • Kemudian buka tutup atau cover printer anda.
  • Buka dulu Cartridge-nya kemudian pasang lagi
  • Tutup cover printer
  • Matikan, kemudian hidupkan kembali

3. Huruf hasil Print putus-putus (bergaris-garis), tidak merata

Coba lakukan cleaning beberapa kali, bila cara ini tidak berhasil juga, anda bersihkan catrige anda secara manual. Tapi, solusi terbaik, berdasarkan pengalaman beberapa user, adalah sudah saatnya anda mengganti Catrige printer anda.


Beberapa link yang dapat digunakan dalam menreset printer sesuai dengan merk printer anda :

Canon
i255_355 Service tool Reseter i255 untuk Win 98
i320 Service tool Reseter i255 Untuk win 98, me, XP
iP1000 Service tool Reseter iP1000 Untuk win 98, me, XP
iP1100, 1800, 2500 Reseter untuk iP1100, iP 1800,iP 2500
iP1600 Service tool Reseter iP1200 Untuk win 98, me, XP
iP1500 Service tool Reseter iP1500 Untuk win 98, me, XP
iP1200_1600_2200 Service tool Reseter iP1200, 1600, 2200, win 98, me, XP
iP1300_1700 Service tool Reseter iP1300, 1700 Untuk win 98, me, XP
Canon Reseter ip1600 Reseter iP1600
Canon Reseter ip2200 Reseter iP2200
Petunjuk mereset printer Canon untuk beberapa type


Epson
C58
C59
C67
C68
C79
C87 88 D88
C90
CX1500
CX2800
CX3100
CX3500
CX3700 3800 380…
cx3900
CX4100 4200 470…
CX5100
CX5300
CX5900
Epson C4x Adjustment
indoreset
indoreset
R1800
R200 210
R210
R220 230
R230
R240 245 250
r270 adjustment
R310
R340 350 R800
RX510
RX510 RX500
RX600 RX620 RX6…
RX700 Ver11
SP1270
SP1290
SP2000p
SP2100
sscserve2
SSCLG 4.20
SSCLG 4.30 Bisa digunakan pada Windows 95/98/ME/2K2/XP baik port LPT/USB



Dari hasil pencarian di beberapa reference, akhirnya saya bisa memberikan beberapa permasalahan yang sering terjadi pada printer. berikut beberapa permasalahan tersebut :


Permasalahan : Hasil cetakan bergaris atau keluar namun warna pudar

Kemungkinan penyebabnya:
* Ada gelembung udara dalam cartridge (kemungkinan bisa disebabkan saat penyuntikan/pengisian ulang cartridge)
* Print head kemungkinan tersumbat oleh tinta yang kering (bisa disebabkan karena jarang dipergunakan)
* Print head rusak/tergores/posisi berubah karena kerusakan fisik
* salah dalam pemasangan cartridge
* Ada yang kehabisan tinta untuk warna tertentu atau semuanya
* Salah settingan pada komputernya

Contoh solusi:
* Bersihkan dengan cara melakukan head cleaning selama 2-4 kali untuk mengeluarkan gelembung udara yang ada di dalam cartridge (baca manual printer sesuai dengan printernya)
* Pasang kembali yakinkan secara benar catridenya, matikan dan hidupkan kembali untuk meyakinakan bahwa setatus cartridge telah berubah.
* Ganti cartridge yang lama/rusak
* Jaga benar jangan sampai membuka seal film bagian bawah walo keluaran bergaris atau tak keluar sama sekali
* Cek kembali yakinkan saat anda mencetak tidak dalam settingan kualitas cetakan draft atau super ekonomi
* Ganti print head lama atau yang rusak



Permasalahan : Hasil cetakan tak keluar sama sekali

Kemungkinan penyebabnya:
* Banyak gelembung udara di dalam cartridge
* Printer dan uzur (tua) atau rusak atau tertutup bagian print head-nya
* Label berwarna (kuning) tak dibuang

Contoh solusi:
* Bersihkan dengan cara melakukan head cleaning selama 2-4 kali untuk mengeluarkan gelembung udara yang ada di dalam cartridge (baca manual printer sesuai dengan printernya)
* Kocok cartridge beberapa kali (3-4) sebelum memasangnya
* Buang lebel kuning supaya udara bisa mengalir untuk mencetak secara normal
* Jaga benar jangan sampai membuka seal film bagian bawah walo keluaran bergaris atau tak keluar sama sekali


Permasalahan : Printer tak mengenali cartridge yang baru dipasang

Kemungkinan penyebabnya:
* Cartridge tak terpasang dengan benar
* Menyentuh chip kecil pada cartridge dengan tangan atau juga chip tersebut kotor/basah (chip ini mudah rusak)
* Rusaknya sebagian jalur (rangkaian pada cartridge)

Contoh solusi:
* Pasang kembali yakinkan secara benar catridenya, matikan dan hidupkan kembali untuk meyakinakan bahwa setatus cartridge telah berubah.
* Gunakan kain bersih dan kering untuk membersihkan chip bila chipnya memang kotor
* Cek jalur rangkaiannnya jika ada yang rusak
* Jika memang tak dimungkinkan tuk diperbaiki beli aja yang baru


Permasalahan : Setelah dipasang cartridge baru ada peringatan bahwa cartridge yang terpasang tidak asli

Kemungkinan penyebabnya:
* Pesan yang umum dari produsen untuk pengguna :D

Contoh solusi:
* Pesan ini abaikan saja jika ada pertanyaan jawab aja “yes” atau lalukan sesuai permintaan, kasus ini tak mempengaruhi kualitas hasil cetakan dengan printer tersebut


Permasalahan : Setelah mengganti Cartridge baru, masih tetap keluar peringantan “Tinta habis”

Kemungkinan penyebabnya:
* Hal ini bisa disebabkan karena sewaktu kita mengganti cartridge posisi printer dalam keadaan mati, sehingga memory printer masih tetap dalam keadaan sebelumnya “tinta habis”

Contoh solusi:
* Matikan dan hidup kan lagi printer, proses mencetak akan dilanjutkan kembali :D


Instalasi DNS server menggunakan bind9 di Ubuntu dalam sistem chroot. Anda akan dikenalkan pada beberapa record penting, yang harus Anda pahami ketika mengadministrasi sebuah domain di DNS server Anda.

Instalasi Bind dalam sistem chroot

Mengapa instalasi nya dalam chroot? Karena bind ini memiliki sejarah yang panjang dalam urusan lubang keamanan (sering ditemukan celah, yang menyebabkan sistem Anda bisa dicrack melalui bind), maka kita lakukan instalasi dalam lingkungan yang terbatas/chroot.

Instalasi paket

sudo apt-get install bind9

Stop dulu, sebelum kita lanjutkan ke tahapan chroot

sudo /etc/init.d/bind9 stop

Konfigurasi chroot

sudo mkdir -p /var/lib/named/etc
sudo mkdir /var/lib/named/dev
sudo mkdir -p /var/lib/named/var/cache/bind
sudo mkdir -p /var/lib/named/var/run/bind/run
sudo mv /etc/bind /var/lib/named/etc
sudo ln -s /var/lib/named/etc/bind /etc/bind
sudo mknod /var/lib/named/dev/null c 1 3
sudo mknod /var/lib/named/dev/random c 1 8
sudo chmod 666 /var/lib/named/dev/*
sudo chown -R bind:bind /var/lib/named/var/*
sudo chown -R bind:bind /var/lib/named/etc/bind

Sunting Berkas /etc/default/bind9, cari baris seperti di bawah ini,

OPTIONS="-u bind"

Lalu ganti menjadi,

OPTIONS="-u bind -t /var/lib/named"

Setelah itu, start kembali bind,

sudo /etc/init.d/bind9 start

Sekarang instalasi chroot dns sudah selesai. Kita lanjutkan ke tahapan berikutnya.

Format Penulisan berkas Domain di Bind

Ini adalah bagian yang paling rumit tapi juga penting. Dengan memahami cara penulisan record domain di bind, Anda dijamin bisa mengelola domain dengan baik.

Misal, Anda ingin membuat domain baru, perusahaan.com. Maka langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat berkas baru yang isinya kira-kira seperti di bawah ini.

$TTL 7200       ; 2 hours
@ IN SOA ns1.perusahaan.com. hostmaster.perusahaan.com. (
2009060708 ; serial
7200 ; refresh (2 hours)
3600 ; retry (1 hour)
604800 ; expire (1 week)
10800 ; minimum (3 hours)
)
NS ns1.perusahaan.com.
NS ns2.perusahaan.com.
A 192.168.1.2
MX 10 mail1.perusahaan.com.
MX 20 mail2.perusahaan.com.

mail1 A 192.168.1.11
mail2 A 192.168.1.12

ns1 A 192.168.1.3
ns2 A 192.168.2.3

pop CNAME mail1
smtp CNAME mail1
webmail CNAME mail1

www A 192.168.1.2

Mari kita pelajari beberapa record yang ada di berkas tersebut.

SOA record

@       IN SOA  ns1.perusahaan.com. hostmaster.perusahaan.com.

SOA (Start of Authority) adalah catatan dimana berkas zona/domain tersebut pertama kali dibuat. Ini juga bisa diartikan sebagai master DNS.

Sedangkan kolom berikutnya adalah kontak email, hanya saja @ disini digantikan dengan titik. Jadi dari baris di atas bisa kita simpulkan kontak emailnya adalah hostmaster@perusahaan.com.

NS record

NS (Name Server) adalah catatan yang menentukan server mana yang akan menjawab atau melayani informasi seputar DNS untuk sebuah domain.

Sebuah domain bisa memiliki banyak NS record. Semakin banyak NS server yang Anda definisikan, berarti semakin banyak pula yang bisa melayani (tentunya harus di setup juga proses master/slave utk proses propagasi data). Disarankan lokasi NS yang satu dan lainnya, ada di jaringan yang berbeda. Jadi kalau ada satu network yang terputus, NS server di jaringan yang lain masih bisa memberikan layanan.

MX record

MX (Mail Exchange) adalah catatan yang menentukan kemana sebuah email akan dikirim. Dalam record MX ini, ada variabel tambahan yaitu priotity.

Priority ini adalah angka yang menunjukkan skala prioritas, yang bisa Anda isi dari mulai 0 s.d 65536. Semakin kecil angkanya, semakin tinggi prioritasnya.

Jadi kalau Anda lihat di contoh di atas, maka mail1.perusahaan.com adalah tujuan pertama email akan dikirim, jika server mail1 ini tidak bisa diakses, maka email akan dikirim ke mail2.

A record

A (atau biasa disebut sebagai host record) merupakan inti dari DNS. A record adalah pemetaan dari nama ke alamat ip. Pemetaan ini tidak harus satu ke satu, beberapa nama yang berbeda bisa Anda petakan ke satu buah alamat IP yang sama.

Misal,

cecep     A     192.168.1.13
mahbub A 192.168.1.13

Lihat juga record CNAME.

CNAME record

CNAME (Canonical Name) adalah alias. Jadi jika pada contoh di atas saya tulis, pop CNAME mail1, maka pop adalah nama lain untuk host mail1.

Dalam beberapa kasus, CNAME tidak disarankan. Misal mengisi alamat MX record dengan sebuah record CNAME. Karena akan menambah satu proses query ke DNS, dan itu tidak efisien.

Untuk informasi dasar seputar DNS ini silahkan Anda baca Basic Guide to DNS sebuah tulisan dari google.

Membuat Zona Baru

Karena kita sedang berbicara instalasi bind9 di Ubuntu, maka kita pakai cara ubuntu saja, dan kalau menggunakan distro lain tentunya harus menyesuaikan.

Tadi kita sudah buat berkas baru yang berisikan record-record utk domain yang akan kita kelola. Sekarang kita simpan berkas tersebut dengan nama db_perusahaan.com, simpan di /etc/bind/.

Pastikan hak akses dan kepemilikannya sudah betul

sudo chmod 644 /etc/bind/db_perusahaan.com
sudo chown bind:bind /etc/bind/db_perusahaan.com

Lalu sekarang kita sunting berkas /etc/bind/named.conf.local, buat baris baru seperti berikut,

zone "perusahaan.com" {
type master;
file "/etc/bind/db_perusahaan.com";
};

Setelah itu, konfigure ulang bindnya.

sudo rndc reload

Cek dan ricek menggunakan dig

Untuk mengecek SOA record, termasuk didalamnya adalah serial dari zona yang baru kita buat, jalankan perintah berikut,

dig @localhost soa perusahaan.com

Untuk mengecek MX record, gunakan perintah berikut,

dig @localhost mx perusahaan.com

Untuk mengecek A record atau CNAME record, kita tinggal query hostnamenya saja. Misal, cek www.perusahaan.com,

dig @localhost www.perusahaan.com

Pemecahan Masalah

Kalau ada masalah, jangan buru-buru menyerah, atau bertanya ke google. Biasanya solusinya ada didekat-dekat kita juga. Mari kita lihat.

Lihat Log

Di Ubuntu, log yang harus diperiksa adalah /var/log/daemon.log, lihat disitu seharusnya ada clue buat Anda.

Kurang Titik!

Masalah yang sering terjadi dalam mengkonfigurasi DNS adalah kurang teliti dalam membuat zona domain. Kurang titik bisa membuat zona yang kita buat salah. Perhatikan gambar di bawah ini, lalu teliti kembali berkas db_perusahaan.com yang sudah Anda buat tadi.

perhatikan_titik

Masalah AppArmor

Di Ubuntu server defaultnya sudah terinstall aplikasi apparmor, yang kalau di fedora padanannya tuh SELinux. Sama-sama berfungsi untuk menambahkan layer security, tapi kadang bikin mumet proses konfigurasi.

Untuk proses troubleshoot, coba matikan dulu apparmor

sudo /etc/init.d/apparmor stop

Jika ingin membuang paketnya,

sudo dpkg --purge apparmor apparmor-ut


Tulisan ini melengkapi seri tutorial Server Email dengan Zimbra, yang kali ini membahas secara singkat tahapan instalasi zimbra di CentOS.

Mengkonfigurasi berkas /etc/hosts

Zimbra mensyaratkan hostname bisa diresolve dengan baik, sekarang coba Anda sunting berkas /etc/hosts. Dan hostname untuk server zimbra, tidak boleh di resolve ke 127.0.0.1. Entah mengapa, tapi permintaan dari zimbranya sudah begitu :D

Jadi tugas Anda sekarang adalah mengubah berkas /etc/hosts, dari asalnya,

1
2
3
4
# Do not remove the following line, or various programs
# that require network functionality will fail.
127.0.0.1 zimbra.ngadimin.org zimbra localhost.localdomain localhost
::1 localhost6.localdomain6 localhost6

Menjadi,

1
2
3
4
5
# Do not remove the following line, or various programs
# that require network functionality will fail.
127.0.0.1 localhost.localdomain localhost
::1 localhost6.localdomain6 localhost6
192.168.61.39 zimbra.ngadimin.org zimbra

Contoh di atas, 192.168.61.39 adalah IP address dari server yang akan diinstal zimbra.

Paket-paket yang dibutuhkan untuk instalasi zimbra

Instal paket-paket berikut.

sudo yum install compat-libstdc++-296 compat-libstdc++-33 gmp libtool-ltdl

Matikan SElinux (Anda boleh tidak setuju dengan cara saya ini, tapi ini demi memudahkan instalasi zimbra).

Disabled SElinux

Disabled SElinux

Anda juga harus memastikan tidak ada yg listen di port 25, 80, 110, 143. Untuk memeriksanya, jalankan perintah berikut. Lihat port yang listen di server Anda.

sudo lsof -i -n -P

Default instalasi CentOS 5, sendmail aktif. Jadi mari kita matikan dulu service sendmail ini.

sudo /etc/init.d/sendmail stop
sudo chkconfig --level 345 sendmail off

Contoh konfigurasi DNS

Hostname & Alamat IP

  • hostname: zimbra.perusahaan.com
  • ip: 192.168.61.39

Kita akan buatkan alias, dibuatkan hostname yang mencerminkan fungsi dari service/layanan yang diberikan.

  • imap.ngadimin.com, untuk akses imap
  • pop.ngadimin.com, untuk akses pop3
  • smtp.ngadimin.com, untuk akses smtp (mengirim email)
  • webmail.ngadimin.com, untuk akses webmail
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
$TTL 7200       ; 2 hours
@ IN SOA ns1.ngadimin.com. hostmaster.ngadimin.com. (
2009080800 ; serial
7200 ; refresh (2 hours)
3600 ; retry (1 hour)
604800 ; expire (1 week)
10800 ; minimum (3 hours)
)
NS ns1.ngadimin.com.
MX 10 zimbra.ngadimin.com.

ns1 A 192.168.56.113
zimbra A 192.168.56.113

imap CNAME zimbra
pop CNAME zimbra
smtp CNAME zimbra
webmail CNAME zimbra

Instalasi Zimbra

Pertama, ambil dulu berkas sumber dari halaman unduh zimbra. Ambil sesuai dengan arsitektur komputer Anda (32 bit atau 64 bit).

Contoh, untuk versi yang saya gunakan.

wget http://h.yimg.com/lo/downloads/5.0.18_GA/zcs-5.0.18_GA_3011.RHEL5.20090707164432.tgz

Ekstrak,

tar zxvf zcs-5.0.18_GA_3011.RHEL5.20090707164432.tgz

Lalu jalankan skrip instalasi.

cd zcs-5.0.18_GA_3011.RHEL5.20090707164432
sudo ./install.sh --platform-override

Proses Instalasi

Proses instalasi kurang lebih mirip dengan yang sudah saya tuliskan sebelumnya di Membuat Server Email di Ubuntu menggunakan Zimbra, Anda bisa melihatnya disana.


reference by : http://ngadimin.com/2009/08/08/membuat-server-email-di-centos-5-menggunakan-zimbra/

Anti SPAM di Zimbra

Posted by swilsarblog 0 comments

Zimbra memang sudah dilengkapi dengan perangkat anti SPAM (menggunakan spamassassin salah satunya). Sayangnya secara default perangkat anti SPAM di zimbra ini, belum dikonfigurasi secara maksimal. Mari kita lihat, apa saja yang bisa kita tambahkan untuk meningkatkan performa deteksi SPAM di Zimbra.


Menambahkan Daftar RBL

Ini yang paling mudah. Anda tinggal masuk ke web admin nya zimbra. Masuk ke menu Global Settings, MTA, DNS Checks.

Mengkonfigurasi RBL di web admin Zimbra

Mengkonfigurasi RBL di web admin Zimbra

Saya menggunakan daftar RBL sebagai berikut:

  • b.barracudacentral.org
  • bl.spamcop.net
  • cbl.abuseat.org
  • dnsbl.ahbl.org
  • dnsbl.njabl.org
  • dnsbl.sorbs.net

Dari daftar RBL di atas, b.barracudacentral.org mensyaratkan Anda untuk daftar terlebih dahulu. Jangan lupa untuk mengikuti panduannya di website barracudacentral.

Jika trafik email server Anda kecil (misal, kurang dari 10 ribu email perhari), Anda bisa menggunakan zen.spamhaus.org. Tapi jika nanti Anda melihat di log query ke zen.spamhaus.org mulai sering di reject, berarti trafik email Anda sudah melebihi alokasi untuk pengguna gratisan :D

Jika trafik email Anda cukup besar, seharusnya dalam beberapa saat saja Anda sudah bisa melihat IP pengirim yang diblock oleh RBL.

grep "blocked using" /var/log/zimbra.log |more

Mengaktifkan dukungan SPF

Ini juga tidak terlalu sulit, pengguna Ubuntu bisa menginstalnya dari repositori.

sudo apt-get install libmail-spf-query-perl

Perlu Anda catat, ini cuma mengaktifkan deteksi SPF untuk alamat pengirim yang domainnya sudah mengaktifkan fitur SPF. Anda juga mungkin bisa mencoba menggali informasi seputar SPF ini, dan bisa mempertimbangkan untuk mengaktifkan konfigurasi SPF untuk domain yang Anda kelola.

Whitelist dan Blacklist

Sunting berkas /opt/zimbra/conf/sa.local.cf, tambahkan di baris terakhir.

# daftar putih
whitelist_from tradesvc1.jkt_thamrin@bankmandiri.co.id
whitelist_from tradesvc2.jkt_thamrin@bankmandiri.co.id
whitelist_from tradesvc3.jkt_thamrin@bankmandiri.co.id

# daftar hitam
blacklist_from sales@tukangtipu.com
blacklist_from *@tukangnyepam.net

Jika ingin memblock atau mengijinkan satu domain, Anda bisa menggunakan tanda bintang (*) di depan domain. Seperti tampak pada contoh di atas.

Setelah itu jalankan perintah berikut, sebagai user zimbra.

sudo su - zimbra
zmamavisdctl restart



Membuat server email di Ubuntu sekarang menjadi lebih mudah dengan adanya zimbra. Zimbra sendiri sudah memiliki fitur yang sangat lengkap, mulai dari MTA (mail transfer agent) yang dilengkapi dengan fitur anti spam dan anti virus, IMAP/POP3, webmail dan fitur kolaborasi lainnya. Di tulisan ini, kita akan belajar instalasi awal zimbra di Ubuntu.

Sebelum Anda melanjutkan membaca tulisan ini, ada baiknya Anda tidak melewatkan seri tutorial DNS Server dengan Bind9 (1, 2 dan 3). Karena dalam instalasi zimbra, Anda harus memahami bagaimana cara membuat sebuah hostname bisa di resolve dengan baik dan bagaimana membuat entri mx record.

Saat tulisan ini dibuat, rilis terbaru zimbra untuk versi 5, adalah 5.0.18, dan untuk versi ini zimbra hanya menyediakan installer untuk distro RHEL 4/5, Fedora 7, Debian 4, MacOS 10.4/10.5, openSUSE 10.2, SLES 10, Ubuntu 6.06/8.04 LTS.

Dan untuk tutorial kali ini, kita akan menggunakan Ubuntu 8.04 (Hardy Heron). Instalasi ubuntu diasumsikan menggunakan instalasi default ubuntu 8.04 server edition.

Mengkonfigurasi berkas /etc/hosts

Zimbra mensyaratkan hostname bisa diresolve dengan baik, sekarang coba Anda sunting berkas /etc/hosts.

Dari asalnya,

127.0.0.1 localhost
127.0.1.1 zimbra

# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1 ip6-localhost ip6-loopback
fe00::0 ip6-localnet
ff00::0 ip6-mcastprefix
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters
ff02::3 ip6-allhosts

Menjadi

127.0.0.1 localhost
192.168.56.113 zimbra.perusahaan.com zimbra

# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1 ip6-localhost ip6-loopback
fe00::0 ip6-localnet
ff00::0 ip6-mcastprefix
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters
ff02::3 ip6-allhosts

Disini diasumsikan IP server adalah 192.168.56.113, dan hostnamenya adalah zimbra.perusahaan.com.

Paket-paket yang dibutuhkan untuk instalasi zimbra

Instal paket-paket berikut.

sudo apt-get install libidn11 libpcre3 libgmp3c2 libexpat1 libstdc++6 libstdc++5 libltdl3

Untuk memudahkan, kita akan uninstall apparmor (Anda boleh tidak setuju dengan cara ini, tapi ini demi memudahkan instalasi).

sudo dpkg --purge apparmor apparmor-utils

Anda juga harus memastikan tidak ada yg listen di port 25, 80, 110, 143. Untuk memeriksanya, jalankan perintah berikut. Lihat port yang listen di server Anda.

sudo lsof -i -n -P

Contoh konfigurasi DNS

Hostname & Alamat IP

  • hostname: zimbra.perusahaan.com
  • ip: 192.168.56.113

Kita akan buatkan alias, dibuatkan hostname yang mencerminkan fungsi dari service/layanan yang diberikan.

  • imap.perusahaan.com, untuk akses imap
  • pop.perusahaan.com, untuk akses pop3
  • smtp.perusahaan.com, untuk akses smtp (mengirim email)
  • webmail.perusahaan.com, untuk akses webmail
$TTL 7200       ; 2 hours
@ IN SOA ns1.perusahaan.com. hostmaster.perusahaan.com. (
2009060708 ; serial
7200 ; refresh (2 hours)
3600 ; retry (1 hour)
604800 ; expire (1 week)
10800 ; minimum (3 hours)
)
NS ns1.perusahaan.com.
MX 10 zimbra.perusahaan.com.

ns1 A 192.168.56.113
zimbra A 192.168.56.113

imap CNAME zimbra
pop CNAME zimbra
smtp CNAME zimbra
webmail CNAME zimbra

Instalasi Zimbra

Pertama, ambil dulu berkas sumber dari halaman unduh zimbra. Ambil sesuai dengan arsitektur komputer Anda (32 bit atau 64 bit).

Contoh, untuk versi yang saya gunakan.

wget http://h.yimg.com/lo/downloads/5.0.18_GA/zcs-5.0.18_GA_3011.UBUNTU8.20090708092550.tgz

Ekstrak,

tar zxvf zcs-5.0.18_GA_3011.UBUNTU8.20090708092550.tgz

Lalu jalankan skrip instalasi.

cd zcs-5.0.18_GA_3011.UBUNTU8.20090708092550 sudo ./install.sh

Proses Instalasi

Harusnya Anda tinggal enter-enter saja, dan menjawab beberapa pertanyaan. Tapi jika penasasaran, Anda bisa lihat urutan proses instalasinya. Mudah-mudahan bisa membuat Anda lebih paham.

Operations logged to /tmp/install.log.12383
Checking for existing installation...
zimbra-ldap...NOT FOUND
zimbra-logger...NOT FOUND
zimbra-mta...NOT FOUND
zimbra-snmp...NOT FOUND
zimbra-store...NOT FOUND
zimbra-apache...NOT FOUND
zimbra-spell...NOT FOUND
zimbra-proxy...NOT FOUND
zimbra-archiving...NOT FOUND
zimbra-convertd...NOT FOUND
zimbra-cluster...NOT FOUND
zimbra-core...NOT FOUND


PLEASE READ THIS AGREEMENT CAREFULLY BEFORE USING THE SOFTWARE.
ZIMBRA, INC. ("ZIMBRA") WILL ONLY LICENSE THIS SOFTWARE TO YOU IF YOU
FIRST ACCEPT THE TERMS OF THIS AGREEMENT. BY DOWNLOADING OR INSTALLING
THE SOFTWARE, OR USING THE PRODUCT, YOU ARE CONSENTING TO BE BOUND BY
THIS AGREEMENT. IF YOU DO NOT AGREE TO ALL OF THE TERMS OF THIS
AGREEMENT, THEN DO NOT DOWNLOAD, INSTALL OR USE THE PRODUCT.

License Terms for the Zimbra Collaboration Suite:
http://www.zimbra.com/license/zimbra_public_eula_2.1.html


Press Return to continue

Silakan Anda tekan enter disitu.

Checking for prerequisites...
FOUND: NPTL
FOUND: sudo-1.6.9p10-1ubuntu3.4
FOUND: libidn11-1.1-1
FOUND: libpcre3-7.4-1ubuntu2.1
FOUND: libgmp3c2-2:4.2.2+dfsg-1ubuntu2
FOUND: libexpat1-2.0.1-0ubuntu1
FOUND: libstdc++6-4.2.4-1ubuntu4
FOUND: libstdc++5-1:3.3.6-15ubuntu6
FOUND: libltdl3-1.5.26-1ubuntu1
Checking for suggested prerequisites...
FOUND: perl-5.8.8
Prerequisite check complete.

Checking for installable packages

Found zimbra-core
Found zimbra-ldap
Found zimbra-logger
Found zimbra-mta
Found zimbra-snmp
Found zimbra-store
Found zimbra-apache
Found zimbra-spell
Found zimbra-proxy


Select the packages to install

Install zimbra-ldap [Y] --tekan enter--

Install zimbra-logger [Y] --tekan enter--

Install zimbra-mta [Y] --tekan enter--

Install zimbra-snmp [Y] --tekan enter--

Install zimbra-store [Y] --tekan enter--

Install zimbra-apache [Y] --tekan enter--

Install zimbra-spell [Y] --tekan enter--

Install zimbra-proxy [N] --tekan enter--
Checking required space for zimbra-core
checking space for zimbra-store

Installing:
zimbra-core
zimbra-ldap
zimbra-logger
zimbra-mta
zimbra-snmp
zimbra-store
zimbra-apache
zimbra-spell

The system will be modified. Continue? [N] --ketik Y disini--

Lalu zimbra akan melanjutkan dengan menginstal paket-paket yang diperlukan.

Removing /opt/zimbra
Removing zimbra crontab entry...done.
done.
Cleaning up zimbra init scripts...done.
Cleaning up /etc/ld.so.conf...done.
Cleaning up /etc/security/limits.conf...done.

Finished removing Zimbra Collaboration Suite.

Finished removing Zimbra Collaboration Suite.

Installing packages

zimbra-core......zimbra-core_5.0.18_GA_3011.UBUNTU8_i386.deb...done
zimbra-ldap......zimbra-ldap_5.0.18_GA_3011.UBUNTU8_i386.deb...done
zimbra-logger......zimbra-logger_5.0.18_GA_3011.UBUNTU8_i386.deb...done
zimbra-mta......zimbra-mta_5.0.18_GA_3011.UBUNTU8_i386.deb...done
zimbra-snmp......zimbra-snmp_5.0.18_GA_3011.UBUNTU8_i386.deb...done
zimbra-store......zimbra-store_5.0.18_GA_3011.UBUNTU8_i386.deb...done
zimbra-apache......zimbra-apache_5.0.18_GA_3011.UBUNTU8_i386.deb...done
zimbra-spell......zimbra-spell_5.0.18_GA_3011.UBUNTU8_i386.deb...done
Operations logged to /tmp/zmsetup.07152009-091904.log
Setting defaults...

Setelah ini akan muncul pesan seperti di bawah. Kita menggunakan hostname zimbra.perusahaan.com, dan yang kita set record mx adalah domain perusahaan.com, karena kita memang inginnya zimbra menghosting domain perusahaan.com.

NS ERROR resolving MX for zimbra.perusahaan.com
It is suggested that the domain name have an MX record configured in DNS
Change domain name? [Yes] --tekan enter--
Create Domain: [zimbra.perusahaan.com] --ketik perusahaan.com disini---
MX: zimbra.perusahaan.com (192.168.56.113)

Interface: 10.0.2.15
Interface: 192.168.56.113
Interface: 127.0.0.1
done.
Checking for port conflicts
Port conflict detected: 80 (zimbra-store)
Port conflicts detected! - Any key to continue

Disini terlihat salah satu contoh error. Ada port conflict di port 80. Saya cek dengan perintah

sudo lsof -i -n -P

Ternyata ada thttpd yg listen di port 80 (padahal ini untuk tutorial berikutnya hehe). Setelah service thttpd saya matikan, instalasi jalan kembali.

Main menu

1) Common Configuration:
2) zimbra-ldap: Enabled
3) zimbra-store: Enabled
+Create Admin User: yes
+Admin user to create: admin@perusahaan.com
******* +Admin Password UNSET
+Enable automated spam training: yes
+Spam training user: spam.tdp4n_la5h@perusahaan.com
+Non-spam(Ham) training user: ham.owo5zfr2q@perusahaan.com
+Global Documents Account: wiki@perusahaan.com
+SMTP host: zimbra.perusahaan.com
+Web server HTTP port: 80
+Web server HTTPS port: 443
+Web server mode: http
+IMAP server port: 143
+IMAP server SSL port: 993
+POP server port: 110
+POP server SSL port: 995
+Use spell check server: yes
+Spell server URL: http://zimbra.perusahaan.com:7780/aspell.php
+Configure store for use with reverse mail proxy: FALSE
+Configure store for use with reverse web proxy: FALSE

4) zimbra-mta: Enabled
5) zimbra-snmp: Enabled
6) zimbra-logger: Enabled
7) zimbra-spell: Enabled
8) Default Class of Service Configuration:
r) Start servers after configuration yes
s) Save config to file
x) Expand menu
q) Quit

Address unconfigured (**) items (? - help)

Sekarang Anda dihadapkan dengan menu di atas. Perhatikan di bagian yang diberi tanda bintang (*******) itu ada di menu nomor tiga. Jadi Anda pilih atau ketik 3, kemudian tekan enter.

Store configuration

1) Status: Enabled
2) Create Admin User: yes
3) Admin user to create: admin@perusahaan.com
** 4) Admin Password UNSET
5) Enable automated spam training: yes
6) Spam training user: spam.tdp4n_la5h@perusahaan.com
7) Non-spam(Ham) training user: ham.owo5zfr2q@perusahaan.com
8) Global Documents Account: wiki@perusahaan.com
9) SMTP host: zimbra.perusahaan.com
10) Web server HTTP port: 80
11) Web server HTTPS port: 443
12) Web server mode: http
13) IMAP server port: 143
14) IMAP server SSL port: 993
15) POP server port: 110
16) POP server SSL port: 995
17) Use spell check server: yes
18) Spell server URL: http://zimbra.perusahaan.com:7780/aspell.php
19) Configure store for use with reverse mail proxy: FALSE
20) Configure store for use with reverse web proxy: FALSE

Select, or 'r' for previous menu [r]

Sekarang Anda dihadapkan dengan menu berikutnya. Sama seperti tadi, perhatikan bagian yang diberi tanda bintang (**), itu ada di menu nomor 4. Jadi Anda ketik 4, lalu tekan enter.

Password for admin@perusahaan.com (min 6 characters): [hINYHBUe5]

Sekarang Anda diminta menuliskan password untuk user Admin. Jika Anda tekan enter, default passwordnya adalah yang ada di dalam kurung kotak. Silakan Anda ketik password yang Anda ingin set.

Store configuration

1) Status: Enabled
2) Create Admin User: yes
3) Admin user to create: admin@perusahaan.com
4) Admin Password set
5) Enable automated spam training: yes
6) Spam training user: spam.tdp4n_la5h@perusahaan.com
7) Non-spam(Ham) training user: ham.owo5zfr2q@perusahaan.com
8) Global Documents Account: wiki@perusahaan.com
9) SMTP host: zimbra.perusahaan.com
10) Web server HTTP port: 80
11) Web server HTTPS port: 443
12) Web server mode: http
13) IMAP server port: 143
14) IMAP server SSL port: 993
15) POP server port: 110
16) POP server SSL port: 995
17) Use spell check server: yes
18) Spell server URL: http://zimbra.perusahaan.com:7780/aspell.php
19) Configure store for use with reverse mail proxy: FALSE
20) Configure store for use with reverse web proxy: FALSE

Select, or 'r' for previous menu [r]

Sekarang semua sudah diset dengan baik. Anda tikan tekan r,

Main menu

1) Common Configuration:
2) zimbra-ldap: Enabled
3) zimbra-store: Enabled
4) zimbra-mta: Enabled
5) zimbra-snmp: Enabled
6) zimbra-logger: Enabled
7) zimbra-spell: Enabled
8) Default Class of Service Configuration:
r) Start servers after configuration yes
s) Save config to file
x) Expand menu
q) Quit

*** CONFIGURATION COMPLETE - press 'a' to apply
Select from menu, or press 'a' to apply config (? - help) --ketik a disini, lalu enter--
Save configuration data to a file? [Yes] --tekan enter--
Save config in file: [/opt/zimbra/config.17874]
Saving config in /opt/zimbra/config.17874...done.
The system will be modified - continue? [No] --ketik Yes disini, lalu enter--

Dan tunggu zimbra mengkonfigurasi sistem Anda sampai selesai. Agak lama prosesnya, jadi Anda harus sedikit bersabar. Setelah semuanya selesai, Anda bisa mengakses halaman web adminnya di

https://zimbra.perusahaan.com:7071

Ingat, pakai https bukan http. Loginnya admin, password seperti yang sudah Anda set sebelumnya. Dan untuk webmail (akses untuk membaca email dari web, untuk user).

http://webmail.perusahaan.com

Seperti yang sudah kita set di DNS sebelumnya.


.: LDAP di ubuntu

Posted by swilsarblog Thursday, July 30, 2009 0 comments

Merupakan sebuah informasi yang saya dapatkan setelah melakukan pencarian di google. Akhirnya dapat juga cara membuat LDAP di ubuntu. berikut tutorialnya [Bahasa Inggris] :

Ubuntu OpenLDAP client authentication

This guide is for authenticating Ubuntu Gutsy (7.10) or later releases of Ubuntu Hardy, Intrepid, Jaunty ..etc against an OpenLDAP directory server in a linux network

Install the ldap required packages

aptitude install auth-client-config libpam-ldap libnss-ldap

A configuration screen will appear:

Should use debconf -> YES
URI -> ldapi:///LDAP_SERVER_IP ldapi:///192.168.1.4
DISTINGUISHED NAME -> dc=localdomain,dc=local dc=example,dc=com
LDAP VERS -> 3
LOCAL ROOT DB ADMIN -> YES
DOES DB REQ LOGIN -> NO
LDAP A/C -> cn=admin,dc=localdomain,dc=local cn=admin,=example,dc=com
LDAP root a/c password -> PASSWORD
My understanding is that this should configure the /etc/ldap.conf file which now acts as central control. However, it doesn’t work
anyway..

vi /etc/ldap.conf

change:

host 127.0.0.1

To for example:

host 192.168.1.2

Change:
base = padl….
To:

base = dc=localdomain,dc=dc=example,,dc=com

then Uncomment :-

#bind_policy=hard

and change it to:

bind_policy=soft

Now, because there is another ldap.conf in /etc/ldap/ldap.conf I duplicated it

cp /etc/ldap/ldap.conf /etc/ldap/ldap.conf.bak
cp /etc/ldap.conf /etc/ldap/ldap.conf

Create a new ldap profile:

vi /etc/auth-client-config/profile.d/open_ldap

and paste this into it:

[open_ldap]
nss_passwd=passwd: files ldap
nss_group=group: files ldap
nss_shadow=shadow: files ldap
nss_netgroup=netgroup: files ldap
pam_auth=auth required pam_env.so
auth sufficient pam_unix.so likeauth nullok
#the following line (containing pam_group.so) must be placed before pam_ldap.so
#for ldap users to be placed in local groups such as fuse, plugdev, scanner, etc ...
auth required pam_group.so use_first_pass
auth sufficient pam_ldap.so use_first_pass
auth required pam_deny.so
pam_account=account sufficient pam_unix.so
account sufficient pam_ldap.so
account required pam_deny.so
pam_password=password sufficient pam_unix.so nullok md5 shadow
password sufficient pam_ldap.so use_first_pass
password required pam_deny.so
pam_session=session required pam_limits.so
session required pam_mkhomedir.so skel=/etc/skel/
session required pam_unix.so
session optional pam_ldap.so

This is an improvement on the default ldap setup because it will create a home directory if one doesn’t exist on login. I authenticate ldap before files because in order to access usb sticks the “on the fly” assignment method doesn’t work. To fix this, an ldap user in the plugdev group is used.

Then execute this to enable the above config:

auth-client-config -a -p open_ldap

Now for on the fly group assignment for all users on login paste:

auth optional pam_group.so

Into the top of both /etc/pam.d/gdm AND /etc/pam.d/login. it’s
important to place it first as these files are not parsed once a
sufficient / required is met.

referensi : http://www.twistedlogic.co.cc/2008/03/07/linux-ubuntu-openldap-client-authentication/

.: Pengenalan LDAP

Posted by swilsarblog 0 comments




LDAP merupakan singkatan dari Lightweight Directory Access Protocol. LDAP adalah suatu bentuk protokol client-server yang digunakan untuk mengakses suatu directory service. Pada tahap awalnya, LDAP digunakan sebagai suatu front-end bagi X.500, tetapi juga dapat digunakan bersama directory server yang stand-alone dan juga yang lainnya….

LDAP memungkinkan kita untuk mengembangkan kemampuan kita yang dapat digunakan untuk mencari suatu organisasi, mencari suatu individu dan juga mencari sumber daya yang lainnya misalnya file maupun alat device didalam suatu jaringan/network. Adapun pengertian jaringan/network dalam hal ini adalah bias internet ataupun juga dalam suatu intranet dala kampus atau perusahaan, dan ini dimungkinkan baik kita mengetahui atau tidak mengetahui mengenai domain name-nya, berapa IP addressnya atau informasi mengenai geografisnya. Adapun suatu direktori LDAP data didistribusikan kedalam banyak server-server didalam jaringan/network dan kemudian dapat direplikasikan dan dilakukan sinkronisasi secara regular. Sebuah server dari LDAP juga dikenal dengan nama DSA yaitu singakatan dari Directory System Agent

LDAP diciptakan di University Of Michigan dan sifat yang dimilikinya yaitu lightweight merupakan hal yang bertolak belakang terhadap DAP yang merupakan bagian dari directory protocol X.500 untuk jaringan ataupun network. LDAP memiliki karekteristik lebih ringan dan sederhana. LDAP juga dapat kita dunakan untuk melakukan route terhadap email dalam suatu organisasi yang cukup besar atau dapat juga digunakan untuk mencari seseorang dan mesin didalam sebuah jaringan/network yang bersifat public maupun private.

Sudah cukup banyak e-mail client saat ini,misalnya Microsoft Outlook, Eudora dan Netscape Communicator yang telah menggunakan suatu bentuk dari database LDAP untuk mencari suatu alamat email. Internic dan infospace adalah dua buah contoh dari layanan pencarian public yang dibangun denagn LDAP

.: Network Address Translation ( Komunikasi Data )

Posted by swilsarblog Sunday, April 12, 2009 0 comments

Network Address Translation (NAT) adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.

Alamat IP
Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 byte berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu penggna dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode NAT. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dibagi ke beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan.

Keamanan
Ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses, misalnya ke server suatu situs tertentu, tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diakses oleh komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Jika disalahgunakan, hal tersebut bisa sangat berbahaya. Data-data penting bisa saja dilihat atau bahkan dicuri oleh orang yang tak bertanggungjawab. NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil.

Administrasi Jaringan
Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil. Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer client secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Selain itu gateway NAT mampu membatasi akses ke internet, juga mampu mencatat semua traffic, dari dan ke internet. Secara keseluruhan, dengan segala kelebihan gateway NAT tersebut, admin jaringan akan sangat terbantu dalam melakukan tugas-tugasnya.

.: install firewall in ubuntu

Posted by swilsarblog Saturday, April 4, 2009 0 comments

Ubuntu's desktop install provides a bunch of useful software for desktop users, but it doesn't install a firewall by default. Luckily, it's really simple to get a firewall up and running on Ubuntu.

Frankly, I'm glad that the default install doesn't set up a firewall. Most of my computers live behind a firewall at all times anyway, and I've always been annoyed by installers that demand I deal with firewall questions when I've already got the situation well in hand. If I want a firewall on a machine, I can set one up on my own. Since Ubuntu is, in part, aimed at corporate desktops, a firewall is unnecessary for many installations.

But if an Ubuntu desktop is your sole machine that connects directly to the Internet, then it's a good idea to configure one. Technically speaking, Ubuntu does include a firewall -- you could configure everything by hand using iptables. That, however, is a little more detailed than many users care to get. Instead, we'll look at installing a GUI application to configure a firewall in just a few easy steps.

We'll look at two packages that configure firewalls. The first is Lokkit, an application that walks you through a few simple steps and configures a basic firewall for you. Lokkit is dead easy to use, and requires very little understanding of firewalls to set up, but it provides few options, and it's not a good choice if you want to set up a complex firewall.

By contrast, Guarddog, a flexible GUI firewall configuration program, is much more complex than Lokkit. Choose Guarddog only if you know what you're doing.

To install Lokkit or Guarddog, fire up Synaptic or Adept and install the appropriate package. If you prefer to use APT, just run sudo apt-get install gnome-lokkit for Lokkit, or sudo apt-get install guarddog to install Guarddog.

Configuring your firewall with Lokkit

Configuring a basic firewall with Lokkit is a snap. You'll need to run it with superuser privileges, so open the Run Command dialog with Alt-F2 and run gksudo gnome-lokkit. After entering your password, you'll see a Configure Firewalling dialog.

Lokkit's configuration wizard is fairly self-explanatory. I'd recommend starting with the High Security option, unless you have a need for DCC file transfer over IRC. Also, if you're using DHCP to grab an IP address from a cable modem or DSL modem, you want to make sure to say "yes" when Lokkit asks about enabling DHCP. If you have a cable modem or DSL, you probably do pull the IP address via DHCP.

If the computer is the only one on the network, it's probably not necessary to enable any services, and it's safe to tell Lokkit "no" when it asks about doing that. By default, even if you select no here, Lokkit will leave SSH open to machines on the local network as long as you say "yes" when Lokkit asks if it's safe to trust hosts connected via your network interface.

After answering a few questions, Lokkit will say it's ready to enable the firewall, and then you can either apply the changes and start the firewall or cancel.

If you suspect you're having problems with the firewall, you can re-run Lokkit and select Disable Firewall to remove all of your firewall rules.

Lokkit is easy to use, and it sets up a decent set of firewall rules. However, even if you pick the most restrictive rules, Lokkit leaves SSH and VNC open, and allows ping and services such as BitTorrent to operate. If you want really tight firewall rules, or need to set up a more complex firewall, look to Guarddog.

Configuring your firewall with Guarddog

To set up a firewall with Guarddog, run gksudo guarddog. You can run Guarddog as a regular user, but you'd have to load the firewall rules separately as the superuser later.

Guarddog is much more complex than Lokkit. The first thing you'll see when firing up Guarddog is the Zones tab. Zones are basically sets of IP addresses, which are used to define firewall rules that apply to those addresses. For example, if your machine is on a local area network with IP addresses in a private network, you can set up a zone for all of those addresses. By default, Guarddog comes with two pre-configured zones; the Internet zone, for all IP addresses that don't match other zones, and a Local zone, for IP addresses on the local machine.

To set up a zone for your LAN, click on New Zone, and then under Zone Addresses, click on New Address. In the Address field, you can add a single address or a network mask to cover an entire network. Let's say your LAN is in the 10.0.0.0 range, and your IP addresses range from 10.0.0.1 to 10.0.0.255. You could set the address as 10.0.0.0/24.

You'd want to set zones other than Local and Internet so you can set up firewall rules to address those machines, if it's necessary to have different rules for local machines than you do for machines connected via the Internet zone. The best way to think of the Internet zone is as the "most hostile" zone. That is, you want to allow the bare minimum when it comes to traffic coming from Internet hosts.

Next you have the protocol configurations. Here you need to tell Guarddog exactly which protocols you want to enable. This can be a bit tricky, as anything that's not explicitly allowed is disabled. By default, nothing -- not even DNS, HTTP, or POP3 -- is allowed. Select all of the protocols you wish to enable for each zone, and then click "Apply." After approving the rules, see if you can browse the Web, get email, and whatever else you need to do. If not, you may need to tweak the allowed protocols a bit.

Guarddog also allows you to set logging options. You may wish to disable logging if you're not likely to read the logs to see what's being blocked or rejected. For desktop users, logging is probably unnecessary unless you're trying to troubleshoot a problem with the firewall.

Finally, under the Advanced tab, you can configure custom protocols if Guarddog doesn't include rules to match a protocol that you need to enable. See the Guarddog help for this if you need to add a protocol.

If you want to use your desktop machine as a router and firewall for a bunch of machines, you may need to set up Network Address Translation (NAT) using IP Masquerade. That's a bit beyond the scope of this article, and Guarddog. To set your system up as a router, have a look at Guidedog instead.

It may take a little tweaking to get everything set up the way you want it with Guarddog, but it's probably worth the time and effort.

Either Lokkit or Guarddog should be sufficient to protect your Linux desktop. If neither of these strikes your fancy, Ubuntu does offer other firewall configuration tools that might be more to your liking.

.: Konfigurasi firewall

Posted by swilsarblog Friday, April 3, 2009 0 comments

Untuk squid, download versi 2.5stable10 dari www.linuxpackages.net (squid2.5stable10-i486-1maew.tgz) Untuk firewall, download versi 2.0rc9
dari projectfiles.com/firewall (firewall_install.sh) Semuanya aku cari yang simple aja, biar tidak rumit perawatannya.

Karena squid sdh bentuk tgz maka tinggal ketikkan perintah:
#installpkg squid2.5stable10-i486-1maew.tgz

untuk konfigurasinya (boleh ambil dariku sbg contoh)
----------------------------------------------
# WELCOME TO SQUID 2
# ------------------
###no cache at cgi.............................
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
no_cache deny QUERY
###caching set.................................
cache_mem 16 MB
maximum_object_size 4096 KB
maximum_object_size_in_memory 16 KB
# log_mime_hdrs on
# ftp_passive on
###timing access..............................
forward_timeout 3 minutes
connect_timeout 2 minutes
read_timeout 4 minutes
request_timeout 1 minutes
###access_list................................
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl SSL_ports port 443 563
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 563 # https, snews
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
###access_control.............................
acl porn url_regex "/etc/squid/porn"
acl noporn url_regex "/etc/squid/noporn"
http_access deny porn !noporn
acl our_MASTER src 192.168.0.100
http_access allow our_MASTER
http_access allow our_MASTER localhost
######################all_client..............
acl wjr1 src 192.168.0.1
acl wjr2 src 192.168.0.2
acl wjr3 src 192.168.0.3
acl wjr4 src 192.168.0.4
######################.....ke-1..............
#http_access allow wjr1
#######################....ke-2.............
#http_access allow wjr2
#######################....ke-3.............
#http_access allow wjr3
#######################....ke-4.............
#http_access allow wjr4
#######################
http_access deny all
logfile_rotate 5
---------------------------------------------

Selanjutnya aktifkan squid dengan perintah:
#Squid -z
#Squid -ND &

Ok, itu semua konfigurasinya untuk mengatur 4 client warnet kecil-ku. Untuk aktifkan client tinggal hilangkan tanda # di depan kalimat http_access allow wjr...
Lalu ketikkan perintah:
#squid -k reconfigure

Terus bagaimana untuk install firewall-nya.
Itu sih mudah lagi. Tinggal jalankan perintah:
#./firewall_install
Ikuti semua petunjuk, dan akhirnya firewall terinstall
dg selamat, untuk melindungi PC dari serangan "luar" Net.